Instagram  : @BBTMC_BPPT     Twitter : @BBTMC_BPPT

Berita Internal

Berita Internal

Berita Internal UPT Hujan Buatan

BPPT, KEMENRISTEK/BRIN Mendatangi Dubes Australia Membahas Penawaran Bantuan Modifikasi Cuaca

Senin, 13 Januari 2020 Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC BPPT) bersama Kepala BPPT mendampingi Menristek/BRIN bertemu dengan Dubes Australia dan jajaran di Kantor Menristek membahas penawaran bantuan TMC untuk mengatasi kebakaran hutan di Australia. Dubes Australia sangat mengapresiasi inisiatif Indonesia dan berharap semoga ini menjadi cara yang baik untuk menanggulangi bencana bushfire di Australia. Secara teknis Tim BBTMC BPPT diminta berkoordinasi dengan lembaga-lembaga terkait di Australia seperti CSIRO, Bureau of Meteorology, dll.

  

 

Menristek Tinjau Progress Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Posko Halim, Jakarta

Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang P.S Brodjonegoro melakukan kunjungan ke Posko Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang ada di Halim Perdanakusuma bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza serta Panglima Komando Operasi TNI AU I (Pangkoopsau I) M. Khairil Lubis pada hari Sabtu 11 Januari 2020. Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau progress operasi Teknologi Modifikasi Cuaca guna meredistribusi dan mengurangi potensi curah hujan di wilayah Jabodetabek. 

 

Menteri Ristek/BRIN melihat juga armada yang digunakan untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca. Terdapat dua armada yang digunakan untuk mendukung TMC yaitu TNI AU mengerahkan CN-295 Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, dan C-212 Cassa Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang.

Kepala BPPT Hammam Riza juga mengatakan akan mengoptimalkan upaya penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), mengingat saat ini memasuki puncak musim hujan. Beliau menjelaskan saat ini pelaksanaan operasi TMC untuk penanggulangan banjir Jabodetabek 2020 sudah memasuki hari ke sembilan. Bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan TNI Angkatan Udara, Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan khusus tanggal 10-13 Januari 2020 operasi modifikasi cuaca akan berjalan lebih intensif.

 

 

e-ASIA JRP Final Workshop di Gedung BBTMC BPPT

Rabu, 27 November 2019 telah diselenggarakan e-ASIA Joint Riset Program (JRP) Final Workshop di Gedung BBTMC BPPT Kawasan Puspiptek Serpong. Final Workshop tersebut mengusung tema "Monitoring and Prediction of Extreme Weather using Lightning Detection Network and Micro-Satellites" dengan penyajı dari berbagai instansi yaitu BPPT, LAPAN, JST Agency Jepang, Hokkaido University Jepang, DOST-ASTI dan UPD Filipina.

   

 

Launching Pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk Menagatasi Bencana Banjir dan Cuaca Ekstrim di Jabodetabek

Launching kegiatan Pelaksanaan TMC untuk Penanggulangan Bencana Banjir Jabodetabek tahun 2020 dilakukan di Gedung BPPT hari ini 3 Januari 2020, dalam acara tersebut hadir Menristek, Ka. BNPB, Ka. BMKG, Ka. BPPT dan Panglima TNI serta Gubernur DKI Jakarta dan pejabat terkait.

     

 

Banjir yang terjadi di DKI Jakarta dan Sekitarnya telah telah terjadi beberapa kali, Seperti kejadian banjir pada tahun 2013 yang melumpuhkan aktivitas di sebagian besar DKI Jakarta. Dan banjir kali ini dapat dikatakan terbesar dibandingkan dengan kejadian banjir pada tahun sebelumnya, bahkan sampai dengan pagi ini tercatat telah jatuh 30 korban jiwa.

Bencana banjir yang hampir terjadi setiap tahun di wilaya ibukota DKI Jakarta dan sekitarnya semestinya sudah bukan lagi menjadi tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta semata, tetapi juga menjadi perhatian dan tanggung jawab Pemerintah Pusat dimana DKI Jakarta  merupakan ibukota Negara dan pusat pemerintahan. Selain itu kejadian banjir juga melumpuhkan sektor ekonomi dan sosial warga Jakarta, banjir juga kerap melumpuhkan pusat pemerintahan Republik Indonesia yang terletak di jantung Kota Jakarta. Oleh karena itu, Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga memberikan perhatian khusus terhadap masalah ini.

Curah hujan yang tinggi dan Durasi hujan yang panjang menjadi salah satu faktor utama pemicu bencana banjir di DKI Jakarta, sehingga faktor ini harus turut diperhatikan dalam penanganan masalah banjir Jakarta. Aplikasi TMC selanjutnya mulai dimanfaatkan dengan harapan mampu mengurangi intensitas curah hujan di wilayah Jakarta. Dengan demikian, resiko terjadinya dampak banjir yang semakin meluas di DKI Jakarta dan sekitarnya pun dapat ditekan.

     

 

BMKG dalam edaran peringatan dini yang di informasikan pada tanggal 2 januari 2020, memprediksi untuk wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya pada 2 – 4 Januari 2020 berpotensi terjadi hujan lebat disertai angin kencang, kilat/petir.  Berdasarkan prediksi lembaga-lembaga dunia lain dalam 2 minggu kedepan masih akan terjadi peningkatan curah hujan diwilayah Jabodetabek. Dengan memperhatikan kondisi banjir di beberapa wilayah yang masih cukup tinggi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) melakukan Pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam rangka meminimalisir dampak bencana banjir di Jabodetabek dengan mengupayakan redistribusi curah hujan dengan cara mengurangi intensitas hujan yang turun di wilayah Jabodetabek. Upaya ini dilakukan dengan menjatuhkan hujan di daerah-daerah yang aman seperti di Selat Sunda dan Laut Jawa.   

Penerbangan kegiatan TMC Untuk Penanggulangan Bencana Banjir di Jabodetabek BPPT adalah kerjasama berbagai pihak, dengan dukungan pesawat dari TNI-AU pesawat jenis CASA 212-200 dengan registrasi A-2105 milik skadron Udara 4 Abdurrachman Saleh Malang dan CN-295 registrasi A-2901 milik Skadron Udara 2 Halim Perdanakusumah Jakarta.  Untuk membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target, BPPT juga bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk analisa data cuaca dan radar Stasiun Meteorologi Cengkareng.

Dalam jangka pendek, pesawat dari TNI Angkatan Udara dapat diandalkan sementara dalam jangka panjang diperlukan adanya penguatan armada TMC yang dioperasikan oleh BPPT yang saat ini masih terbatas jumlahnya serta untuk memperbarui armada yang saat ini sudah usang.  Tahun 2020 BPPT direncanakan akan menambah 1 Unit Pesawat CASA 212i untuk mendukung kemampuan  dalam melayani peningkatan kebutuhan TMC di berbagai sektor.

Pelatihan Project Circle Management dan Penulisan Proposal Internasional

 

Pada tanggal 18-20 November 2019 bertempat di Hotel Santika BSD City, BBTMC BPPT bekerjasama dengan Yayasan Belantara dan ISER UI mengadakan Pelatihan Project Circle Management dan Penulisan Proposal Internasional. kegiatan selama 3 hari ini membahas mengenai cara penulisan proposal internasional menggunakan pendekatan PCM (Project Cycle Management). Metode PCM mengutamakan result oriented dan akuntabilitas yang lebih besar dan metode ini banyak digunakan dan diadopsi untuk meningkatkan keberhasilan project-project pembangunan. Pelatihan yang dilakukan secara working group ini mengangkat tema pengurangan emisi karbon yang diakibatkan oleh kekaran hutan dan lahan (Karhutla)

 

    

Statistik Pengunjung

1.png5.png4.png0.png3.png1.png
Today21
Yesterday159
This week833
This month5086
Total154031

Kontak Kami

Gedung Ir. Mohammad Soebagio
Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) - BPPT, GEOSTECH
Kawasan PUSPIPTEK Serpong - Tangerang Selatan 15314
Telp. (021) 75791377 ext 4175 ; Faks. (021) 75791409
e-mail:
ka-bbtmc@bppt.go.id  ;   sekr-bbtmc@bppt.go.id