Instagram  : @BBTMC_BPPT     Twitter : @BBTMC_BPPT

Berita Internal

Berita Internal

Berita Internal UPT Hujan Buatan

[Repost] BPPT: Tak Ada Penumpukan Awan di Jabodetabek Setelah Modifikasi Cuaca, Curah Hujan Menurun

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BPPT: Tak Ada Penumpukan Awan di Jabodetabek Setelah Modifikasi Cuaca, Curah Hujan Menurun", Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/25/21262671/bppt-tak-ada-penumpukan-awan-di-jabodetabek-setelah-modifikasi-cuaca?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sticky_Mobile.
Penulis : Nirmala Maulana Achmad
Editor : Nursita Sari

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Jon Arifian mengatakan, ada perubahan bentuk awan di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi ( Jabodetabek) setelah program modifikasi cuaca dilaksanakan. Adapun program modifikasi cuaca dimulai pada Minggu (21/2/2021), yakni dengan menebar garam dari atas atas pantai timur Lampung, Selat Sunda, Ujung Kulon, sampai ke perairan selatan Provinsi Banten. "Sebelum tanggal 20 Februari (2021), pembentukan awan di wilayah Jabodetabek itu cukup masif," ucap Jon kepada Kompas.com, Kamis (25/2/2021). Baca juga: Cegah Banjir di Jabodetabek, 16,4 Ton Garam Telah Ditebar dari Atas Perairan Selat Sunda Sementara itu, setelah 21 Februari 2021, kata Jon, pembentukan awan tidak semasif sebelumnya. "Satu hal yang secara alami, kami melihat ada perubahan, terutama parameter cuaca yang mengarahkan tidak terjadinya penumpukan awan di daerah Jabodetabek," kata Jon. "Mungkin juga pengaruh dari operasi yang kami lakukan mengakibatkan ada penurunan curah hujan di Jabodetabek," imbuh dia. Baca juga: Kurangi Intensitas Hujan, TNI AU dan BPPT Kembali Modifikasi Cuaca Jabodetabek Adapun teknik modifikasi cuaca untuk mencegah banjir di wilayah Jabodetabek telah memasuki hari kelima pada hari ini, Kamis. Upaya ini merupakan kerja sama antara BPBD DKI Jakarta, BMKG, BPPT, dan didanai oleh BNPB, sedangkan pesawat dari TNI AU. Hingga hari ini, sebanyak 16.400 kilogram (16,4 ton) garam telah ditebar demi memodifikasi cuaca di Jabodetabek.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Jon Arifian mengatakan, ada perubahan bentuk awan di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi ( Jabodetabek) setelah program modifikasi cuaca dilaksanakan. Adapun program modifikasi cuaca dimulai pada Minggu (21/2/2021), yakni dengan menebar garam dari atas atas pantai timur Lampung, Selat Sunda, Ujung Kulon, sampai ke perairan selatan Provinsi Banten. "Sebelum tanggal 20 Februari (2021), pembentukan awan di wilayah Jabodetabek itu cukup masif," ucap Jon kepada Kompas.com, Kamis (25/2/2021). Baca juga: Cegah Banjir di Jabodetabek, 16,4 Ton Garam Telah Ditebar dari Atas Perairan Selat Sunda Sementara itu, setelah 21 Februari 2021, kata Jon, pembentukan awan tidak semasif sebelumnya. "Satu hal yang secara alami, kami melihat ada perubahan, terutama parameter cuaca yang mengarahkan tidak terjadinya penumpukan awan di daerah Jabodetabek," kata Jon. "Mungkin juga pengaruh dari operasi yang kami lakukan mengakibatkan ada penurunan curah hujan di Jabodetabek," imbuh dia. Baca juga: Kurangi Intensitas Hujan, TNI AU dan BPPT Kembali Modifikasi Cuaca Jabodetabek Adapun teknik modifikasi cuaca untuk mencegah banjir di wilayah Jabodetabek telah memasuki hari kelima pada hari ini, Kamis. Upaya ini merupakan kerja sama antara BPBD DKI Jakarta, BMKG, BPPT, dan didanai oleh BNPB, sedangkan pesawat dari TNI AU. Hingga hari ini, sebanyak 16.400 kilogram (16,4 ton) garam telah ditebar demi memodifikasi cuaca di Jabodetabek.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BPPT: Tak Ada Penumpukan Awan di Jabodetabek Setelah Modifikasi Cuaca, Curah Hujan Menurun", Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/25/21262671/bppt-tak-ada-penumpukan-awan-di-jabodetabek-setelah-modifikasi-cuaca?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sticky_Mobile.
Penulis : Nirmala Maulana Achmad
Editor : Nursita Sari

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Jon Arifian mengatakan, ada perubahan bentuk awan di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi ( Jabodetabek) setelah program modifikasi cuaca dilaksanakan. Adapun program modifikasi cuaca dimulai pada Minggu (21/2/2021), yakni dengan menebar garam dari atas atas pantai timur Lampung, Selat Sunda, Ujung Kulon, sampai ke perairan selatan Provinsi Banten. "Sebelum tanggal 20 Februari (2021), pembentukan awan di wilayah Jabodetabek itu cukup masif," ucap Jon kepada Kompas.com, Kamis (25/2/2021). Baca juga: Cegah Banjir di Jabodetabek, 16,4 Ton Garam Telah Ditebar dari Atas Perairan Selat Sunda Sementara itu, setelah 21 Februari 2021, kata Jon, pembentukan awan tidak semasif sebelumnya. "Satu hal yang secara alami, kami melihat ada perubahan, terutama parameter cuaca yang mengarahkan tidak terjadinya penumpukan awan di daerah Jabodetabek," kata Jon. "Mungkin juga pengaruh dari operasi yang kami lakukan mengakibatkan ada penurunan curah hujan di Jabodetabek," imbuh dia. Baca juga: Kurangi Intensitas Hujan, TNI AU dan BPPT Kembali Modifikasi Cuaca Jabodetabek Adapun teknik modifikasi cuaca untuk mencegah banjir di wilayah Jabodetabek telah memasuki hari kelima pada hari ini, Kamis. Upaya ini merupakan kerja sama antara BPBD DKI Jakarta, BMKG, BPPT, dan didanai oleh BNPB, sedangkan pesawat dari TNI AU. Hingga hari ini, sebanyak 16.400 kilogram (16,4 ton) garam telah ditebar demi memodifikasi cuaca di Jabodetabek.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BPPT: Tak Ada Penumpukan Awan di Jabodetabek Setelah Modifikasi Cuaca, Curah Hujan Menurun", Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/25/21262671/bppt-tak-ada-penumpukan-awan-di-jabodetabek-setelah-modifikasi-cuaca?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sticky_Mobile.
Penulis : Nirmala Maulana Achmad
Editor : Nursita Sari

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

[Repost] Anggota DPR Ini Dukung BPPT Lakukan Modifikasi Cuaca, Cegah Banjir

[Repost: sumber liputan6]

 

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengimbau pemerintah melalui Kemenristek/BRIN mengoptimalkan pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengurangi risiko banjir di beberapa wilayah. "Sudah saatnya Pemerintah bekerja menanggulangi bencana menggunakan pendekatan teknologi. Apalagi teknologi untuk mitigasi bencana itu sudah tersedia. Tinggal diaplikasikan sesuai kebutuhan," kata Mulyanto usai memberikan bantuan bagi korban banjir di Tangerang Selatan, melalui siaran pers yang diterima, Kamis (24/2/2021).

Dia pun meyakini, komisi VII DPR akan memberi dukungan penuh soal TMC, terutama terkait anggaran jika memang harus melalui persetujuan anggota dewan.

"Yang dibutuhkan adalah dukungan anggaran pemerintah pusat kepada pemerintah daerah terkait atau via BPPT dalam rangka operasionalisasi teknologi ini," ungkap politikus Partai Keadilan Sosial (PKS) ini.

Menurut Mulyanto, hasil penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca terbilang baik. Terlebih dalam situasi pandemi saat ini, di mana bencana kesehatan bisa bertambah diperparah ketika terjadi bencana alam seperti banjir akibat curah hujan yang tinggi.

Rekayasa Cuaca

Diketahui, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama TNI AU dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan rekayasa cuaca melalui proses penyemaian awan menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Melalui TMC ini awan yang memiliki banyak kandungan air dipaksa mengeluarkan hujan sebelum memasuki wilayah rawan banjir. Dengan demikian risiko terjadinya banjir bisa diminimalisasi.

Waspadai Prakiraan Cuaca berbasis Dampak BMKG di Jabodetabek

Di pekan terakhir bulan Februari BMKG kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ektrim melalui laman Prakiraan cuaca berbasis dampak milik BMKG.  Prakiraan berbasis dampak tersebut menujukkan bahwa pada tanggal 25-26 Februari 2021 sebagian besar wilayah pulau Jawa termasuk Jabodetabek dalam kategori waspada dan siaga. Daerah yang masuk dalam status siaga dan waspada berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat yang bisa disertai dengan angin kencang dan petir. Daerah Bogor termasuk dalam daerah berstatus siaga sedangkan daerah Jabodetabek yang lain masuk dalam kategori waspada sehingga masyarakat yang tinggal di derah rawan banjir di Jabodetabek  harus berhati-hati.

Diikonfirmasi dari beberapa prediksi (GFS, ECMWF, GFS oleh BBTMC, dan model lainnya), daerah Jakarta dan sekitarnya akan mengalami hujan dengan intensitas yang cukup lebat hingga ekstrim. Beberapa model prediksi juga memperlihatkan bahwa hujan secara persiten akan terjadi dari tanggal 25-27 Februari 2021. Model-model prediksi tersebut sepakat bahwa puncak hujan lebat hingga ekstrim diprediksikan terjadi pada sore tanggal 25 Februari 2021 hingga dini hari tanggal 26 Februari 2021.

Sumber: https://www.bmkg.go.id/cuaca/cuaca-berbasis-dampak.bmkg?wilayah=Barat&hari=Lusa

https://www.windy.com, http://wxmod.bppt.go.id

 

Adanya konvergensi angin disekitar pulau Jawa diprediksikan sebagai penyebab meningkatnya curah hujan di sepanjang pulau Jawa. Konvergensi angin ini dipicu oleh adanya pusat tekanan rendah yang melintas di Samudera Hindia di sebelah selatan Jawa. Pusat tekanan rendah ini menyebabkan adanya daerah konvergensi angin di sekitar pulau Jawa dan sekaligus memperkuat angin monsoon dingin asia yang melintas daerah katulistiwa atau lebih populer disebut CENS (cross equatorial north surge). Konvergensi angin akan menyebabkan penumpukan massa udara sehingga terjadi pertumbuhan awan secara vertical. Semakin kuat gaya ke atas akibat konvergensi angin akan menyebabkan hujan yang ektrim yang bisa disertai angin kencang dan petir.

http://www.bom.gov.au

Masyarakat diharap terus waspada dan terus memantau perkembangan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG. BBTMC terus melaksanakan upaya mitigasi bencana banjir di wilayah Jabodetabek dengan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca dengan pos komando di Lanud Halim Perdanakusuma dengan dukungan wahana pesawat terbang Casa 212 dan CN 295.

 

[Repost] Alhamdulillah TMC BPPT Sukses Turunkan Hujan di Laut

[Repost: sumber Media Indonesia]

 

Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 23 Februari yang menyebutka adanya deteksi potensi bibit Siklon Tropis di Samudra Hindia Selatan Jawa-Nusa Tenggara, dijelaskan kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) akan mengalami potensi cuaca ekstrem yang diprediksi mulai 24-27 Februari 2021. Kejadian hujan di wilayah Jabodetabek pada periode tersebut perlu diwaspadai terutama pada malam/dini hari menjelang pagi dengan potensi distribusi hujan dapat terjadi secara merata.

Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melaksanakan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mereduksi curah hujan di wilayah Jabodetabek. BPPT bekerjasama dengan TNI AU, BNPB, BMKG, LAPAN telah menyiapkan 2 pesawat CASA-212 dan CN-295, dan bahan semai total berjumlah 25 ton untuk pelaksanaan operasi TMC tersebut.

Penambahan bahan semai merupakan bagian dari penambahan jumlah sorti (penerbangan) yang akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem di Jabodetabek. Dari hasil pantauan lapangan dan radar cuaca, potensi awan akan semakin tinggi dalam beberapa hari kedepan yang dipicu bibit siklon tropis di Selatan Pulau Jawa. Hal ini juga memicu angin dengan kecepatan yang lebih tinggi dibanding beberapa hari sebelumnya. Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa upaya penyemaian terhadap potensi awan hujan ini dilakukan agar hujan bisa jatuh di wilayah lainnya sebelum mencapai kawasan Jabodetabek. "Alhamdulillah atas izin dan ridho-Nya, ikhtiar yang kami lakukan membuahkan hasil yang optimal, ditunjukkan dengan informasi curah hujan (presipitasi) hasil pantauan Citra Satelit TRMM", ungkapnya. Dengan upaya teknologi modifikasi cuaca ini, lanjut Hammam hujan berhasil diturunkan di wilayah perairan sebelum memasuki area permukiman penduduk. Sehingga hujan yang masuk di daerah Jabodetabek dapat berkurang baik durasi maupun intensitasnya.

Kepala BBTMC BPPT, Jon Arifian menambahkan dari pagi hingga sore hari ini Tim TMC BPPT telah melakukan 3 sorti penerbangan menggunakan armada pesawat TNI AU CASA-212 dan CN-295 dengan rute: 1. Penyemaian di wilayah Selat Sunda bagian utara dan perairan barat daya Lampung pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2.000 kg NaCl 2. Penyemaian di wilayah Pandeglang dan Selat Sunda pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2000 kg NaCl. 3. Penyemaian di wilayah Kab. Lebak bagian selatan, pantai selatan Banten dan Pelabuhan Ratu pada level ketinggian 9.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 800 kg NaCl. Operasi TMC untuk penanganan cuaca ekstrem di Jabodetabek sendiri telah dimulai sejak 21 Februari 2021. Terhitung sudah empat hari pelaksanaan TMC dilakukan dengan total 8 sorti dan 12.000 kg NaCl telah disemai di sekitar Selat Sunda dan bagian utara Pulau Jawa, (OL-3)

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/humaniora/386924/alhamdulillah-tmc-bppt-sukses-turunkan-hujan-di-laut

BERDASARKAN keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 23 Februari yang menyebutka adanya deteksi potensi bibit Siklon Tropis di Samudra Hindia Selatan Jawa-Nusa Tenggara, dijelaskan kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) akan mengalami potensi cuaca ekstrem yang diprediksi mulai 24-27 Februari 2021. Kejadian hujan di wilayah Jabodetabek pada periode tersebut perlu diwaspadai terutama pada malam/dini hari menjelang pagi dengan potensi distribusi hujan dapat terjadi secara merata. Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melaksanakan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mereduksi curah hujan di wilayah Jabodetabek. BPPT bekerjasama dengan TNI AU, BNPB, BMKG, LAPAN telah menyiapkan 2 pesawat CASA-212 dan CN-295, dan bahan semai total berjumlah 25 ton untuk pelaksanaan operasi TMC tersebut. Penambahan bahan semai merupakan bagian dari penambahan jumlah sorti (penerbangan) yang akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem di Jabodetabek. Dari hasil pantauan lapangan dan radar cuaca, potensi awan akan semakin tinggi dalam beberapa hari kedepan yang dipicu bibit siklon tropis di Selatan Pulau Jawa. Hal ini juga memicu angin dengan kecepatan yang lebih tinggi dibanding beberapa hari sebelumnya. Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa upaya penyemaian terhadap potensi awan hujan ini dilakukan agar hujan bisa jatuh di wilayah lainnya sebelum mencapai kawasan Jabodetabek. "Alhamdulillah atas izin dan ridho-Nya, ikhtiar yang kami lakukan membuahkan hasil yang optimal, ditunjukkan dengan informasi curah hujan (presipitasi) hasil pantauan Citra Satelit TRMM", ungkapnya. Dengan upaya teknologi modifikasi cuaca ini, lanjut Hammam hujan berhasil diturunkan di wilayah perairan sebelum memasuki area permukiman penduduk. Sehingga hujan yang masuk di daerah Jabodetabek dapat berkurang baik durasi maupun intensitasnya. baca juga: BPPT Siap Laksanakan Operasi TMC Redistribusi Curah Hujan Kepala BBTMC BPPT, Jon Arifian menambahkan dari pagi hingga sore hari ini Tim TMC BPPT telah melakukan 3 sorti penerbangan menggunakan armada pesawat TNI AU CASA-212 dan CN-295 dengan rute: 1. Penyemaian di wilayah Selat Sunda bagian utara dan perairan barat daya Lampung pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2.000 kg NaCl 2. Penyemaian di wilayah Pandeglang dan Selat Sunda pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2000 kg NaCl. 3. Penyemaian di wilayah Kab. Lebak bagian selatan, pantai selatan Banten dan Pelabuhan Ratu pada level ketinggian 9.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 800 kg NaCl. Operasi TMC untuk penanganan cuaca ekstrem di Jabodetabek sendiri telah dimulai sejak 21 Februari 2021. Terhitung sudah empat hari pelaksanaan TMC dilakukan dengan total 8 sorti dan 12.000 kg NaCl telah disemai di sekitar Selat Sunda dan bagian utara Pulau Jawa, (OL-3)

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/humaniora/386924/alhamdulillah-tmc-bppt-sukses-turunkan-hujan-di-laut
BERDASARKAN keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 23 Februari yang menyebutka adanya deteksi potensi bibit Siklon Tropis di Samudra Hindia Selatan Jawa-Nusa Tenggara, dijelaskan kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) akan mengalami potensi cuaca ekstrem yang diprediksi mulai 24-27 Februari 2021. Kejadian hujan di wilayah Jabodetabek pada periode tersebut perlu diwaspadai terutama pada malam/dini hari menjelang pagi dengan potensi distribusi hujan dapat terjadi secara merata. Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melaksanakan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mereduksi curah hujan di wilayah Jabodetabek. BPPT bekerjasama dengan TNI AU, BNPB, BMKG, LAPAN telah menyiapkan 2 pesawat CASA-212 dan CN-295, dan bahan semai total berjumlah 25 ton untuk pelaksanaan operasi TMC tersebut. Penambahan bahan semai merupakan bagian dari penambahan jumlah sorti (penerbangan) yang akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem di Jabodetabek. Dari hasil pantauan lapangan dan radar cuaca, potensi awan akan semakin tinggi dalam beberapa hari kedepan yang dipicu bibit siklon tropis di Selatan Pulau Jawa. Hal ini juga memicu angin dengan kecepatan yang lebih tinggi dibanding beberapa hari sebelumnya. Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa upaya penyemaian terhadap potensi awan hujan ini dilakukan agar hujan bisa jatuh di wilayah lainnya sebelum mencapai kawasan Jabodetabek. "Alhamdulillah atas izin dan ridho-Nya, ikhtiar yang kami lakukan membuahkan hasil yang optimal, ditunjukkan dengan informasi curah hujan (presipitasi) hasil pantauan Citra Satelit TRMM", ungkapnya. Dengan upaya teknologi modifikasi cuaca ini, lanjut Hammam hujan berhasil diturunkan di wilayah perairan sebelum memasuki area permukiman penduduk. Sehingga hujan yang masuk di daerah Jabodetabek dapat berkurang baik durasi maupun intensitasnya. baca juga: BPPT Siap Laksanakan Operasi TMC Redistribusi Curah Hujan Kepala BBTMC BPPT, Jon Arifian menambahkan dari pagi hingga sore hari ini Tim TMC BPPT telah melakukan 3 sorti penerbangan menggunakan armada pesawat TNI AU CASA-212 dan CN-295 dengan rute: 1. Penyemaian di wilayah Selat Sunda bagian utara dan perairan barat daya Lampung pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2.000 kg NaCl 2. Penyemaian di wilayah Pandeglang dan Selat Sunda pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2000 kg NaCl. 3. Penyemaian di wilayah Kab. Lebak bagian selatan, pantai selatan Banten dan Pelabuhan Ratu pada level ketinggian 9.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 800 kg NaCl. Operasi TMC untuk penanganan cuaca ekstrem di Jabodetabek sendiri telah dimulai sejak 21 Februari 2021. Terhitung sudah empat hari pelaksanaan TMC dilakukan dengan total 8 sorti dan 12.000 kg NaCl telah disemai di sekitar Selat Sunda dan bagian utara Pulau Jawa, (OL-3)

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/humaniora/386924/alhamdulillah-tmc-bppt-sukses-turunkan-hujan-di-laut
BERDASARKAN keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 23 Februari yang menyebutka adanya deteksi potensi bibit Siklon Tropis di Samudra Hindia Selatan Jawa-Nusa Tenggara, dijelaskan kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) akan mengalami potensi cuaca ekstrem yang diprediksi mulai 24-27 Februari 2021. Kejadian hujan di wilayah Jabodetabek pada periode tersebut perlu diwaspadai terutama pada malam/dini hari menjelang pagi dengan potensi distribusi hujan dapat terjadi secara merata. Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melaksanakan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mereduksi curah hujan di wilayah Jabodetabek. BPPT bekerjasama dengan TNI AU, BNPB, BMKG, LAPAN telah menyiapkan 2 pesawat CASA-212 dan CN-295, dan bahan semai total berjumlah 25 ton untuk pelaksanaan operasi TMC tersebut. Penambahan bahan semai merupakan bagian dari penambahan jumlah sorti (penerbangan) yang akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem di Jabodetabek. Dari hasil pantauan lapangan dan radar cuaca, potensi awan akan semakin tinggi dalam beberapa hari kedepan yang dipicu bibit siklon tropis di Selatan Pulau Jawa. Hal ini juga memicu angin dengan kecepatan yang lebih tinggi dibanding beberapa hari sebelumnya. Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa upaya penyemaian terhadap potensi awan hujan ini dilakukan agar hujan bisa jatuh di wilayah lainnya sebelum mencapai kawasan Jabodetabek. "Alhamdulillah atas izin dan ridho-Nya, ikhtiar yang kami lakukan membuahkan hasil yang optimal, ditunjukkan dengan informasi curah hujan (presipitasi) hasil pantauan Citra Satelit TRMM", ungkapnya. Dengan upaya teknologi modifikasi cuaca ini, lanjut Hammam hujan berhasil diturunkan di wilayah perairan sebelum memasuki area permukiman penduduk. Sehingga hujan yang masuk di daerah Jabodetabek dapat berkurang baik durasi maupun intensitasnya. baca juga: BPPT Siap Laksanakan Operasi TMC Redistribusi Curah Hujan Kepala BBTMC BPPT, Jon Arifian menambahkan dari pagi hingga sore hari ini Tim TMC BPPT telah melakukan 3 sorti penerbangan menggunakan armada pesawat TNI AU CASA-212 dan CN-295 dengan rute: 1. Penyemaian di wilayah Selat Sunda bagian utara dan perairan barat daya Lampung pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2.000 kg NaCl 2. Penyemaian di wilayah Pandeglang dan Selat Sunda pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2000 kg NaCl. 3. Penyemaian di wilayah Kab. Lebak bagian selatan, pantai selatan Banten dan Pelabuhan Ratu pada level ketinggian 9.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 800 kg NaCl. Operasi TMC untuk penanganan cuaca ekstrem di Jabodetabek sendiri telah dimulai sejak 21 Februari 2021. Terhitung sudah empat hari pelaksanaan TMC dilakukan dengan total 8 sorti dan 12.000 kg NaCl telah disemai di sekitar Selat Sunda dan bagian utara Pulau Jawa, (OL-3)

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/humaniora/386924/alhamdulillah-tmc-bppt-sukses-turunkan-hujan-di-laut
BERDASARKAN keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 23 Februari yang menyebutka adanya deteksi potensi bibit Siklon Tropis di Samudra Hindia Selatan Jawa-Nusa Tenggara, dijelaskan kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) akan mengalami potensi cuaca ekstrem yang diprediksi mulai 24-27 Februari 2021. Kejadian hujan di wilayah Jabodetabek pada periode tersebut perlu diwaspadai terutama pada malam/dini hari menjelang pagi dengan potensi distribusi hujan dapat terjadi secara merata. Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melaksanakan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mereduksi curah hujan di wilayah Jabodetabek. BPPT bekerjasama dengan TNI AU, BNPB, BMKG, LAPAN telah menyiapkan 2 pesawat CASA-212 dan CN-295, dan bahan semai total berjumlah 25 ton untuk pelaksanaan operasi TMC tersebut. Penambahan bahan semai merupakan bagian dari penambahan jumlah sorti (penerbangan) yang akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem di Jabodetabek. Dari hasil pantauan lapangan dan radar cuaca, potensi awan akan semakin tinggi dalam beberapa hari kedepan yang dipicu bibit siklon tropis di Selatan Pulau Jawa. Hal ini juga memicu angin dengan kecepatan yang lebih tinggi dibanding beberapa hari sebelumnya. Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa upaya penyemaian terhadap potensi awan hujan ini dilakukan agar hujan bisa jatuh di wilayah lainnya sebelum mencapai kawasan Jabodetabek. "Alhamdulillah atas izin dan ridho-Nya, ikhtiar yang kami lakukan membuahkan hasil yang optimal, ditunjukkan dengan informasi curah hujan (presipitasi) hasil pantauan Citra Satelit TRMM", ungkapnya. Dengan upaya teknologi modifikasi cuaca ini, lanjut Hammam hujan berhasil diturunkan di wilayah perairan sebelum memasuki area permukiman penduduk. Sehingga hujan yang masuk di daerah Jabodetabek dapat berkurang baik durasi maupun intensitasnya. baca juga: BPPT Siap Laksanakan Operasi TMC Redistribusi Curah Hujan Kepala BBTMC BPPT, Jon Arifian menambahkan dari pagi hingga sore hari ini Tim TMC BPPT telah melakukan 3 sorti penerbangan menggunakan armada pesawat TNI AU CASA-212 dan CN-295 dengan rute: 1. Penyemaian di wilayah Selat Sunda bagian utara dan perairan barat daya Lampung pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2.000 kg NaCl 2. Penyemaian di wilayah Pandeglang dan Selat Sunda pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2000 kg NaCl. 3. Penyemaian di wilayah Kab. Lebak bagian selatan, pantai selatan Banten dan Pelabuhan Ratu pada level ketinggian 9.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 800 kg NaCl. Operasi TMC untuk penanganan cuaca ekstrem di Jabodetabek sendiri telah dimulai sejak 21 Februari 2021. Terhitung sudah empat hari pelaksanaan TMC dilakukan dengan total 8 sorti dan 12.000 kg NaCl telah disemai di sekitar Selat Sunda dan bagian utara Pulau Jawa, (OL-3)

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/humaniora/386924/alhamdulillah-tmc-bppt-sukses-turunkan-hujan-di-laut
BERDASARKAN keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 23 Februari yang menyebutka adanya deteksi potensi bibit Siklon Tropis di Samudra Hindia Selatan Jawa-Nusa Tenggara, dijelaskan kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) akan mengalami potensi cuaca ekstrem yang diprediksi mulai 24-27 Februari 2021. Kejadian hujan di wilayah Jabodetabek pada periode tersebut perlu diwaspadai terutama pada malam/dini hari menjelang pagi dengan potensi distribusi hujan dapat terjadi secara merata. Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melaksanakan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mereduksi curah hujan di wilayah Jabodetabek. BPPT bekerjasama dengan TNI AU, BNPB, BMKG, LAPAN telah menyiapkan 2 pesawat CASA-212 dan CN-295, dan bahan semai total berjumlah 25 ton untuk pelaksanaan operasi TMC tersebut. Penambahan bahan semai merupakan bagian dari penambahan jumlah sorti (penerbangan) yang akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem di Jabodetabek. Dari hasil pantauan lapangan dan radar cuaca, potensi awan akan semakin tinggi dalam beberapa hari kedepan yang dipicu bibit siklon tropis di Selatan Pulau Jawa. Hal ini juga memicu angin dengan kecepatan yang lebih tinggi dibanding beberapa hari sebelumnya. Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa upaya penyemaian terhadap potensi awan hujan ini dilakukan agar hujan bisa jatuh di wilayah lainnya sebelum mencapai kawasan Jabodetabek. "Alhamdulillah atas izin dan ridho-Nya, ikhtiar yang kami lakukan membuahkan hasil yang optimal, ditunjukkan dengan informasi curah hujan (presipitasi) hasil pantauan Citra Satelit TRMM", ungkapnya. Dengan upaya teknologi modifikasi cuaca ini, lanjut Hammam hujan berhasil diturunkan di wilayah perairan sebelum memasuki area permukiman penduduk. Sehingga hujan yang masuk di daerah Jabodetabek dapat berkurang baik durasi maupun intensitasnya. baca juga: BPPT Siap Laksanakan Operasi TMC Redistribusi Curah Hujan Kepala BBTMC BPPT, Jon Arifian menambahkan dari pagi hingga sore hari ini Tim TMC BPPT telah melakukan 3 sorti penerbangan menggunakan armada pesawat TNI AU CASA-212 dan CN-295 dengan rute: 1. Penyemaian di wilayah Selat Sunda bagian utara dan perairan barat daya Lampung pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2.000 kg NaCl 2. Penyemaian di wilayah Pandeglang dan Selat Sunda pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2000 kg NaCl. 3. Penyemaian di wilayah Kab. Lebak bagian selatan, pantai selatan Banten dan Pelabuhan Ratu pada level ketinggian 9.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 800 kg NaCl. Operasi TMC untuk penanganan cuaca ekstrem di Jabodetabek sendiri telah dimulai sejak 21 Februari 2021. Terhitung sudah empat hari pelaksanaan TMC dilakukan dengan total 8 sorti dan 12.000 kg NaCl telah disemai di sekitar Selat Sunda dan bagian utara Pulau Jawa, (OL-3)

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/humaniora/386924/alhamdulillah-tmc-bppt-sukses-turunkan-hujan-di-laut
BERDASARKAN keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 23 Februari yang menyebutka adanya deteksi potensi bibit Siklon Tropis di Samudra Hindia Selatan Jawa-Nusa Tenggara, dijelaskan kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) akan mengalami potensi cuaca ekstrem yang diprediksi mulai 24-27 Februari 2021. Kejadian hujan di wilayah Jabodetabek pada periode tersebut perlu diwaspadai terutama pada malam/dini hari menjelang pagi dengan potensi distribusi hujan dapat terjadi secara merata. Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melaksanakan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mereduksi curah hujan di wilayah Jabodetabek. BPPT bekerjasama dengan TNI AU, BNPB, BMKG, LAPAN telah menyiapkan 2 pesawat CASA-212 dan CN-295, dan bahan semai total berjumlah 25 ton untuk pelaksanaan operasi TMC tersebut. Penambahan bahan semai merupakan bagian dari penambahan jumlah sorti (penerbangan) yang akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem di Jabodetabek. Dari hasil pantauan lapangan dan radar cuaca, potensi awan akan semakin tinggi dalam beberapa hari kedepan yang dipicu bibit siklon tropis di Selatan Pulau Jawa. Hal ini juga memicu angin dengan kecepatan yang lebih tinggi dibanding beberapa hari sebelumnya. Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa upaya penyemaian terhadap potensi awan hujan ini dilakukan agar hujan bisa jatuh di wilayah lainnya sebelum mencapai kawasan Jabodetabek. "Alhamdulillah atas izin dan ridho-Nya, ikhtiar yang kami lakukan membuahkan hasil yang optimal, ditunjukkan dengan informasi curah hujan (presipitasi) hasil pantauan Citra Satelit TRMM", ungkapnya. Dengan upaya teknologi modifikasi cuaca ini, lanjut Hammam hujan berhasil diturunkan di wilayah perairan sebelum memasuki area permukiman penduduk. Sehingga hujan yang masuk di daerah Jabodetabek dapat berkurang baik durasi maupun intensitasnya. baca juga: BPPT Siap Laksanakan Operasi TMC Redistribusi Curah Hujan Kepala BBTMC BPPT, Jon Arifian menambahkan dari pagi hingga sore hari ini Tim TMC BPPT telah melakukan 3 sorti penerbangan menggunakan armada pesawat TNI AU CASA-212 dan CN-295 dengan rute: 1. Penyemaian di wilayah Selat Sunda bagian utara dan perairan barat daya Lampung pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2.000 kg NaCl 2. Penyemaian di wilayah Pandeglang dan Selat Sunda pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2000 kg NaCl. 3. Penyemaian di wilayah Kab. Lebak bagian selatan, pantai selatan Banten dan Pelabuhan Ratu pada level ketinggian 9.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 800 kg NaCl. Operasi TMC untuk penanganan cuaca ekstrem di Jabodetabek sendiri telah dimulai sejak 21 Februari 2021. Terhitung sudah empat hari pelaksanaan TMC dilakukan dengan total 8 sorti dan 12.000 kg NaCl telah disemai di sekitar Selat Sunda dan bagian utara Pulau Jawa, (OL-3)

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/humaniora/386924/alhamdulillah-tmc-bppt-sukses-turunkan-hujan-di-laut
BERDASARKAN keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 23 Februari yang menyebutka adanya deteksi potensi bibit Siklon Tropis di Samudra Hindia Selatan Jawa-Nusa Tenggara, dijelaskan kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) akan mengalami potensi cuaca ekstrem yang diprediksi mulai 24-27 Februari 2021. Kejadian hujan di wilayah Jabodetabek pada periode tersebut perlu diwaspadai terutama pada malam/dini hari menjelang pagi dengan potensi distribusi hujan dapat terjadi secara merata. Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melaksanakan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mereduksi curah hujan di wilayah Jabodetabek. BPPT bekerjasama dengan TNI AU, BNPB, BMKG, LAPAN telah menyiapkan 2 pesawat CASA-212 dan CN-295, dan bahan semai total berjumlah 25 ton untuk pelaksanaan operasi TMC tersebut. Penambahan bahan semai merupakan bagian dari penambahan jumlah sorti (penerbangan) yang akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem di Jabodetabek. Dari hasil pantauan lapangan dan radar cuaca, potensi awan akan semakin tinggi dalam beberapa hari kedepan yang dipicu bibit siklon tropis di Selatan Pulau Jawa. Hal ini juga memicu angin dengan kecepatan yang lebih tinggi dibanding beberapa hari sebelumnya. Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa upaya penyemaian terhadap potensi awan hujan ini dilakukan agar hujan bisa jatuh di wilayah lainnya sebelum mencapai kawasan Jabodetabek. "Alhamdulillah atas izin dan ridho-Nya, ikhtiar yang kami lakukan membuahkan hasil yang optimal, ditunjukkan dengan informasi curah hujan (presipitasi) hasil pantauan Citra Satelit TRMM", ungkapnya. Dengan upaya teknologi modifikasi cuaca ini, lanjut Hammam hujan berhasil diturunkan di wilayah perairan sebelum memasuki area permukiman penduduk. Sehingga hujan yang masuk di daerah Jabodetabek dapat berkurang baik durasi maupun intensitasnya. baca juga: BPPT Siap Laksanakan Operasi TMC Redistribusi Curah Hujan Kepala BBTMC BPPT, Jon Arifian menambahkan dari pagi hingga sore hari ini Tim TMC BPPT telah melakukan 3 sorti penerbangan menggunakan armada pesawat TNI AU CASA-212 dan CN-295 dengan rute: 1. Penyemaian di wilayah Selat Sunda bagian utara dan perairan barat daya Lampung pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2.000 kg NaCl 2. Penyemaian di wilayah Pandeglang dan Selat Sunda pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2000 kg NaCl. 3. Penyemaian di wilayah Kab. Lebak bagian selatan, pantai selatan Banten dan Pelabuhan Ratu pada level ketinggian 9.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 800 kg NaCl. Operasi TMC untuk penanganan cuaca ekstrem di Jabodetabek sendiri telah dimulai sejak 21 Februari 2021. Terhitung sudah empat hari pelaksanaan TMC dilakukan dengan total 8 sorti dan 12.000 kg NaCl telah disemai di sekitar Selat Sunda dan bagian utara Pulau Jawa, (OL-3)

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/humaniora/386924/alhamdulillah-tmc-bppt-sukses-turunkan-hujan-di-laut
BERDASARKAN keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 23 Februari yang menyebutka adanya deteksi potensi bibit Siklon Tropis di Samudra Hindia Selatan Jawa-Nusa Tenggara, dijelaskan kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) akan mengalami potensi cuaca ekstrem yang diprediksi mulai 24-27 Februari 2021. Kejadian hujan di wilayah Jabodetabek pada periode tersebut perlu diwaspadai terutama pada malam/dini hari menjelang pagi dengan potensi distribusi hujan dapat terjadi secara merata. Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melaksanakan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mereduksi curah hujan di wilayah Jabodetabek. BPPT bekerjasama dengan TNI AU, BNPB, BMKG, LAPAN telah menyiapkan 2 pesawat CASA-212 dan CN-295, dan bahan semai total berjumlah 25 ton untuk pelaksanaan operasi TMC tersebut. Penambahan bahan semai merupakan bagian dari penambahan jumlah sorti (penerbangan) yang akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem di Jabodetabek. Dari hasil pantauan lapangan dan radar cuaca, potensi awan akan semakin tinggi dalam beberapa hari kedepan yang dipicu bibit siklon tropis di Selatan Pulau Jawa. Hal ini juga memicu angin dengan kecepatan yang lebih tinggi dibanding beberapa hari sebelumnya. Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa upaya penyemaian terhadap potensi awan hujan ini dilakukan agar hujan bisa jatuh di wilayah lainnya sebelum mencapai kawasan Jabodetabek. "Alhamdulillah atas izin dan ridho-Nya, ikhtiar yang kami lakukan membuahkan hasil yang optimal, ditunjukkan dengan informasi curah hujan (presipitasi) hasil pantauan Citra Satelit TRMM", ungkapnya. Dengan upaya teknologi modifikasi cuaca ini, lanjut Hammam hujan berhasil diturunkan di wilayah perairan sebelum memasuki area permukiman penduduk. Sehingga hujan yang masuk di daerah Jabodetabek dapat berkurang baik durasi maupun intensitasnya. baca juga: BPPT Siap Laksanakan Operasi TMC Redistribusi Curah Hujan Kepala BBTMC BPPT, Jon Arifian menambahkan dari pagi hingga sore hari ini Tim TMC BPPT telah melakukan 3 sorti penerbangan menggunakan armada pesawat TNI AU CASA-212 dan CN-295 dengan rute: 1. Penyemaian di wilayah Selat Sunda bagian utara dan perairan barat daya Lampung pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2.000 kg NaCl 2. Penyemaian di wilayah Pandeglang dan Selat Sunda pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2000 kg NaCl. 3. Penyemaian di wilayah Kab. Lebak bagian selatan, pantai selatan Banten dan Pelabuhan Ratu pada level ketinggian 9.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 800 kg NaCl. Operasi TMC untuk penanganan cuaca ekstrem di Jabodetabek sendiri telah dimulai sejak 21 Februari 2021. Terhitung sudah empat hari pelaksanaan TMC dilakukan dengan total 8 sorti dan 12.000 kg NaCl telah disemai di sekitar Selat Sunda dan bagian utara Pulau Jawa, (OL-3)

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/humaniora/386924/alhamdulillah-tmc-bppt-sukses-turunkan-hujan-di-laut
BERDASARKAN keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 23 Februari yang menyebutka adanya deteksi potensi bibit Siklon Tropis di Samudra Hindia Selatan Jawa-Nusa Tenggara, dijelaskan kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) akan mengalami potensi cuaca ekstrem yang diprediksi mulai 24-27 Februari 2021. Kejadian hujan di wilayah Jabodetabek pada periode tersebut perlu diwaspadai terutama pada malam/dini hari menjelang pagi dengan potensi distribusi hujan dapat terjadi secara merata. Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melaksanakan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mereduksi curah hujan di wilayah Jabodetabek. BPPT bekerjasama dengan TNI AU, BNPB, BMKG, LAPAN telah menyiapkan 2 pesawat CASA-212 dan CN-295, dan bahan semai total berjumlah 25 ton untuk pelaksanaan operasi TMC tersebut. Penambahan bahan semai merupakan bagian dari penambahan jumlah sorti (penerbangan) yang akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem di Jabodetabek. Dari hasil pantauan lapangan dan radar cuaca, potensi awan akan semakin tinggi dalam beberapa hari kedepan yang dipicu bibit siklon tropis di Selatan Pulau Jawa. Hal ini juga memicu angin dengan kecepatan yang lebih tinggi dibanding beberapa hari sebelumnya. Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa upaya penyemaian terhadap potensi awan hujan ini dilakukan agar hujan bisa jatuh di wilayah lainnya sebelum mencapai kawasan Jabodetabek. "Alhamdulillah atas izin dan ridho-Nya, ikhtiar yang kami lakukan membuahkan hasil yang optimal, ditunjukkan dengan informasi curah hujan (presipitasi) hasil pantauan Citra Satelit TRMM", ungkapnya. Dengan upaya teknologi modifikasi cuaca ini, lanjut Hammam hujan berhasil diturunkan di wilayah perairan sebelum memasuki area permukiman penduduk. Sehingga hujan yang masuk di daerah Jabodetabek dapat berkurang baik durasi maupun intensitasnya. baca juga: BPPT Siap Laksanakan Operasi TMC Redistribusi Curah Hujan Kepala BBTMC BPPT, Jon Arifian menambahkan dari pagi hingga sore hari ini Tim TMC BPPT telah melakukan 3 sorti penerbangan menggunakan armada pesawat TNI AU CASA-212 dan CN-295 dengan rute: 1. Penyemaian di wilayah Selat Sunda bagian utara dan perairan barat daya Lampung pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2.000 kg NaCl 2. Penyemaian di wilayah Pandeglang dan Selat Sunda pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2000 kg NaCl. 3. Penyemaian di wilayah Kab. Lebak bagian selatan, pantai selatan Banten dan Pelabuhan Ratu pada level ketinggian 9.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 800 kg NaCl. Operasi TMC untuk penanganan cuaca ekstrem di Jabodetabek sendiri telah dimulai sejak 21 Februari 2021. Terhitung sudah empat hari pelaksanaan TMC dilakukan dengan total 8 sorti dan 12.000 kg NaCl telah disemai di sekitar Selat Sunda dan bagian utara Pulau Jawa, (OL-3)

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/humaniora/386924/alhamdulillah-tmc-bppt-sukses-turunkan-hujan-di-laut
BERDASARKAN keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 23 Februari yang menyebutka adanya deteksi potensi bibit Siklon Tropis di Samudra Hindia Selatan Jawa-Nusa Tenggara, dijelaskan kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) akan mengalami potensi cuaca ekstrem yang diprediksi mulai 24-27 Februari 2021. Kejadian hujan di wilayah Jabodetabek pada periode tersebut perlu diwaspadai terutama pada malam/dini hari menjelang pagi dengan potensi distribusi hujan dapat terjadi secara merata. Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melaksanakan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mereduksi curah hujan di wilayah Jabodetabek. BPPT bekerjasama dengan TNI AU, BNPB, BMKG, LAPAN telah menyiapkan 2 pesawat CASA-212 dan CN-295, dan bahan semai total berjumlah 25 ton untuk pelaksanaan operasi TMC tersebut. Penambahan bahan semai merupakan bagian dari penambahan jumlah sorti (penerbangan) yang akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem di Jabodetabek. Dari hasil pantauan lapangan dan radar cuaca, potensi awan akan semakin tinggi dalam beberapa hari kedepan yang dipicu bibit siklon tropis di Selatan Pulau Jawa. Hal ini juga memicu angin dengan kecepatan yang lebih tinggi dibanding beberapa hari sebelumnya. Kepala BPPT Hammam Riza dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa upaya penyemaian terhadap potensi awan hujan ini dilakukan agar hujan bisa jatuh di wilayah lainnya sebelum mencapai kawasan Jabodetabek. "Alhamdulillah atas izin dan ridho-Nya, ikhtiar yang kami lakukan membuahkan hasil yang optimal, ditunjukkan dengan informasi curah hujan (presipitasi) hasil pantauan Citra Satelit TRMM", ungkapnya. Dengan upaya teknologi modifikasi cuaca ini, lanjut Hammam hujan berhasil diturunkan di wilayah perairan sebelum memasuki area permukiman penduduk. Sehingga hujan yang masuk di daerah Jabodetabek dapat berkurang baik durasi maupun intensitasnya. baca juga: BPPT Siap Laksanakan Operasi TMC Redistribusi Curah Hujan Kepala BBTMC BPPT, Jon Arifian menambahkan dari pagi hingga sore hari ini Tim TMC BPPT telah melakukan 3 sorti penerbangan menggunakan armada pesawat TNI AU CASA-212 dan CN-295 dengan rute: 1. Penyemaian di wilayah Selat Sunda bagian utara dan perairan barat daya Lampung pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2.000 kg NaCl 2. Penyemaian di wilayah Pandeglang dan Selat Sunda pada level ketinggian 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 2000 kg NaCl. 3. Penyemaian di wilayah Kab. Lebak bagian selatan, pantai selatan Banten dan Pelabuhan Ratu pada level ketinggian 9.000 feet dengan menghabiskan bahan semai garam sebanyak 800 kg NaCl. Operasi TMC untuk penanganan cuaca ekstrem di Jabodetabek sendiri telah dimulai sejak 21 Februari 2021. Terhitung sudah empat hari pelaksanaan TMC dilakukan dengan total 8 sorti dan 12.000 kg NaCl telah disemai di sekitar Selat Sunda dan bagian utara Pulau Jawa, (OL-3)

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/humaniora/386924/alhamdulillah-tmc-bppt-sukses-turunkan-hujan-di-laut

[Repost] BPPT Mulai Operasi TMC Mitigasi Banjir Jabodetabek

[Repost Koran Tempo]

BPPT Mulai Operasi TMC Mitigasi Banjir Jabodetabek

Reporter:

Tempo.co

Editor:

Erwin Prima

Senin, 22 Februari 2021 14:48 WIB
 
BPPT Mulai Operasi TMC Mitigasi Banjir Jabodetabek

Tim TMC melaksanakan satu sorti penerbangan dengan pesawat Cassa 212 dari landasan pacu Halim dengan target area semai di daerah upwind Jabodetabek sekitar Cilegon dan pesisir timur Lampung pada Minggu, 21 Februari 2021. Kredit: BPPT

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC BPPT) menerjunkan tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk laksanakan redistribusi curah hujan yang berpotensi banjir sebagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah Jabodetabek.

“Kegiatan operasi TMC secara resmi sejak Ahad sore kemarin. Posko TMC dipusatkan di Lanud Halim Perdanakusuma. Hari ini rencananya akan didukung dua unit pesawat Casa 212 dan CN 295 yang memiliki kapasitas angkut lebih besar, sebagai antisipasi pengulangan siklus hujan ekstrem berikutnya,” papar Jon Arifian, Kepala BBTMC-BPPT di Jakarta, Senin, 22 Februari 2021.

Kemarin sekitar pukul 15.05 WIB tim TMC melaksanakan satu sorti penerbangan dengan pesawat Cassa 212 dari landasan pacu Halim dengan target area semai di daerah upwind Jabodetabek sekitar Cilegon dan pesisir timur Lampung.

“Secara umum cuaca hari ini lebih kering dibandingkan periode dua-tiga hari sebelumnya. Pertumbuhan awan terganggu oleh adanya divergensi angin memasuki pulau Jawa bagian barat. Kecepatan angin atas relatif kencang serta kelembaban lapisan atas rendah,” papar Jon Arifian.

Target utama operasi TMC di Jabodetabek tahun ini, lanjut Jon Arifian, untuk mengurangi potensi hujan pada siang hari di Jabodetabek sekitarnya agar tingkat kejenuhan tanah berada pada level aman untuk menampung hujan. “Siang hari diharapkan tingkat jenuh tanah aman karena hujan yang terjadi malam dan dini hari masih di luar jangkauan intervensi TMC,” ujarnya.

Koordinator Lapangan Dwipa W Soehoed menjelaskan kemarin dilakukan satu sorti penerbangan penyemaian awan dengan menggunakan pesawat CASA-212 (A-2105) dengan membawa bahan semai garam sebanyak 800 kg NaCl.

“Hasil pemantauan awan pada sorti penyemaian terpantau awan potensial di wilayah pesisir barat Kabupaten Serang dan pesisir timur Provinsi Lampung dengan ketinggian puncak awan sekitar 9.500-10.500 kaki. Sementara berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer, potensi pertumbuhan awan konvektif cenderung di Jabodetabek bagian Barat, Barat Daya dan Selatan,” papar Dwipa.

Informasi kejadian hujan berdasarkan pantauan BMKG pada 21 Februari 2021 hingga pukul 16.00 WIB, yaitu AWS Maritim Tanjung Priok 3.7mm, AWS Stamet Kemayoran 1 mm, dan Penakar Hujan Digital Kibin 0.4mm.

Sedangkan sehari sebelumnya informasi curah hujan sebagai berikut, Beji Depok (60.0 mm), Citeko (40.7 mm) Pesangrahan (38.0 mm), Sunter hulu (38.0 mm), Mekarsari (37.0 mm), Jagorawi (36.0 mm), Pakubowono (33.0 mm), Depok 1 (32.0 mm), Halim PK (30.0 mm), Atangsanjaya (29.0 mm). Krukut Hulu (29.0 mm), Sunter Timur 1 Kodamar (28.0 mm), ARG Ciganjur (27.4 mm), ARG Lebak Bulus (26.6 mm), AWS Gunung Geulis (24.6 mm), ARG Klapa Gading (23.8 mm), AWS TMII (23.4 mm), Istana (22.0 mm), Pintu Air Pulau Gadung (21.0 mm), AWS IPB Bogor (19.6 mm).

Sementara hari ini, area semai ditargetkan di wilayah Ujung Kulon, Selat Sunda dan Timur Lampung. Tim TMC Redistribusi Curah Hujan Jabodetabek diperkuat 10 personil BBTMC BPPT, 2 personil BMKG dan 2 tim TNI-AU untuk mengoperasikan pesawat CN 295 dan Cassa 212.

Statistik Pengunjung

2.png2.png2.png8.png3.png1.png
Today31
Yesterday268
This week1314
This month5562
Total222831

Kontak Kami

 

Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) - BPPT

Gedung Ir. Mohammad Soebagio, Geostech
Kawasan Puspiptek Serpong - Tangerang Selatan 15314
Telp. (021) 75791377 ext 4175 ; Faks. (021) 75791409
e-mail: ka-bbtmc@bppt.go.id  ;   sekr-bbtmc@bppt.go.id