Telp : 75791381 ext 4175, Fax : 75791428 Email: sekr-bbtmc@bppt.go.id

PEMANFAATAN TEKNOLOGI MODIFIKASI CUACA UNTUK MENGURANGI INTENSITAS CURAH HUJAN DI AREA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL BALIKPAPAN–SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR

Proyek pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda di Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang masuk dalam daftar 37 Proyek Prioritas. Secara administratif, lokasi proyek ini berada di wilayah Kabupaten Tenggarong, Kalimantan Timur. Proyek jalan tol sepanjang 99,35 km yang menghubungkan kota Balikpapan dan kota Samarinda ini nantinya akan mempersingkat waktu tempuh dari Balikpapan ke Samarinda dari 3 jam menjadi 1 jam perjalanan. Secara morfologi, lokasi pembangunan proyek jalan tol Balikpapan–Samarinda berada di daerah dataran rendah dengan topografi berbukit. Elevasi paling tinggi di sekitar 400 mdpl yang merupakan Taman Hutan Raya Bukit Suharto. Di sebelah timur dari bukit tersebut merupakan area pembangunan jalan tol dengan ketinggian permukaan tanah sekitar 50 - 100 mdpl.

Proyek Pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda ini ditargetkan oleh Presiden Joko Widodo dapat selesai pada Desember 2018, sementara progress pelaksanaan konstruksi proyek per bulan September 2017 diinformasikan baru mencapai 25,92 persen. Salah satu kendala yang menghambat pelaksanaan proyek ini adalah faktor tingginya curah hujan di wilayah yang mencakup areal proyek. Sehingga diperlukan rekayasa cuaca yang dapat membantu meminimalkan curah hujan di wilayah tersebut. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk selaku pelaksana proyek tersebut meminta bantuan kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk melakukan modifikasi cuaca dalam rangka mengurangi intensitas curah hujan di area proyek. Permintaan tersebut secara resmi telah disampaikan melalui surat Nomor TP.01.02/ B.DEP.SU3.6116/2017 tanggal 26 September 2017.

 

Rekayasa cuaca melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) adalah suatu bentuk upaya manusia untuk memodifikasi cuaca dengan tujuan tertentu agar mendapatkan kondisi cuaca seperti yang diinginkan. Disebut sebagai suatu teknologi karena aktivitas memodifikasi cuaca pada dasarnya merupakan suatu aplikasi yang memerlukan sentuhan teknologi dalam prosesnya. Hasil akhir yang diharapkan dari upaya modifikasi cuaca tersebut umumnya adalah untuk meningkatnya intensitas curah hujan di suatu tempat (rain enhancement), dan untuk tujuan tertentu kegiatan modifikasi cuaca dapat juga dikondisikan sebaliknya, yaitu untuk menurunkan intensitas curah hujan di suatu lokasi tertentu (rain reduction). Berdasarkan beberapa hasil penelitian, Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) - BPPT menerapkan aplikasi TMC rain reduction dengan menggunakan dua metode/strategi, yaitu : Mekanisme Kompetisi (Competition Mechanism) dan Mekanisme Proses Lompatan (Jumping Process Mechanism)

Dengan mempertimbangkan karakteristik curah hujan dan topografi daerah target, maka dilaksanaan TMC pengurangan curah hujan di area lokasi pembangunan jalan tol Balikpapan - Samarinda dengan menggunakan metode Proses Lompatan (jumping process mechanism).  Pelaksanaan Launching Operasi Udara TMC untuk mengurangi intensitas curah hujan di area proyek pembangunan jalan tol Balikpapan – Samarinda, kalimantan timur dilaksanakan pada tanggal 16 Januari 2018 di Kantor Projeck Pembangunan Jalan Tol Balikpapan – Samarinda. Dalam acara tersebut dihadiri Deputi Kepala BPPT bidang TPSA, Kepala Balai Besar TMC BPPT, Kabid Raptek Serta Pejabat PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Operasi TMC pengurangan curah hujan di area proyek pembangunan jalan tol Balikpapan - Samarinda akan dikendalikan dari Posko yang bertempat di Bandara Udara Temindung Samarinda.  Untuk membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target, telah ditempatkan personil di 1 lokasi Pos Pengamatan Meteorologi (Posmet), yaitu di daerah Samboja. Hasil pengamatan cuaca dan potensi awan hujan akan dilaporkan setiap saat oleh petugas di Posmet kepada Tim Pelaksana di Posko, untuk dianalisis dan dijadikan sebagai masukan guna menentukan strategi pelaksanaan penyemaian awan setiap harinya. Selanjutnya BPPT juga memasang 1 buah radar cuaca di Samarinda. Operasi ini akan didukung oleh 1 unit pesawat jenis CASA PK – TMC milik PT.Pelita. Bahan semai yang digunakan adalah garam (NaCl) berbentuk powder. Dalam mengukur keberhasilan kegiatan TMC ini, akan dilakukan monitoring hujan di daerah seeding dan sekitarnya setiap harinya. (RNS/BAR/BB-TMC)

Statistik Pengunjung

8.png2.png5.png4.png8.png
Today95
Yesterday219
This week314
This month3733
Total82548

Kontak Kami

Gedung Ir. Mohammad Soebagio
Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) - BPPT, GEOSTECH
Kawasan PUSPIPTEK Serpong - Tangerang Selatan 15314
Telp. (021) 75791381 ext 4175 ; Faks. (021) 75791428
e-mail:
ka-bbtmc@bppt.go.id
sekr-bbtmc@bppt.go.id