Telp : 75791381 ext 4175, Fax : 75791428 Email: sekr-bbtmc@bppt.go.id

Persiapan Antisipasi Banjir, BB-TMC BPPT Launching Proyek Perubahan Sistem Aplikasi Inventori Part Pesawat dan Peralatan TMC (SIAPIN PAPER) dan Pedoman Kerjasama Pemanfaatan TMC

Baru saja memasuki musim penghujan, banjir dan longsor sudah banyak terjadi di beberapa wilayah di Indonesia seperti Jawa Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Riau. Di awal musim hujan, sifat hujan biasanya dipengaruhi oleh sistem pertumbuhan awan cumulonimbus (Cb). Awan yang tumbuh akibat konveksi, yaitu adanya masa udara basah yang terangkat dan terkondensasi dengan cepat. Hujan dari awan Cb biasanya sangat deras, butir hujannya cukup besar, dan terjadi mulai sore hari. Awan jenis ini juga biasanya menjadi habitat yang baik bagi munculnya angin kencang termasuk puting beliung. Hujan deras yang terjadi pada awal musim penghujan, selain mengakibatkan banjir karena banyaknya kotoran sampah di jalur-jalur air yang terkumpul selama musim kemarau, biasanya juga mengakibatkan tanah longsor akibat kondisi tanah kering yang rapuh.

Bencana yang diakibatkan oleh curah  hujan dan parameter cuaca lainnya disebut dengan bencana Hidrometeorologi. Selain di Indonesia, bencana ini juga terjadi di banyak belahan dunia lainnya.

Ada teknologi yang banyak  digunakan di dunia untuk menanggulangi bencana hidrometeorogi. Namanya teknologi modifikasi cuaca (TMC). Teknologi ini bisa menambah curah hujan untuk mengatasi bencana kekurangan air hujan seperti kekeringan, kebakaran hutan, dan lain-lain. TMC juga mampu mengurangi curah hujan berlebih untuk mencegah terjadinya banjir. Bahkan, di negara lintang tengah TMC juga digunakan untuk mengurangi terjadinya hujan es batu (hail) untuk melindungi produksi pertanian dari ancaman hujan es batu yang sangat merusak.

Di Indonesia, TMC sudah banyak dilakukan untuk penanggulangan bencana hidrometeorologi. Setiap tahun TMC dilakukan di Sumatera dan Kalimantan untuk membasahi lahan gambut agar terhindar dari bencana kebakaran hutan dan lahan. TMC juga sangat efektif untuk memadankan hotspot jika pada saat yang sama terdapat awan di atas area hotspot.

Para Presiden Republik Indonesia dan jajaran di bawahnya sudah sering mengapresiasi keberhasilan TMC dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, TMC juga pernah digunakan untuk mengurangi curah hujan penyebab banjir Jakarta tahun 2013 dan 2014. Jumlah curah hujan yang berhasil dikurangi sebesar 35%.

Dalam beberapa acara kenegaraan dan olahraga skala Asia dan Asean, TMC juga digunakan untuk membantu mengurangi curah hujan yang berpotensi mengganggu jalannya kegiatan.

Dengan melihat telah terjadinya beberapa bencana hidrometeorologi akhir-akhir ini maka tepat rasanya jika kita kembali memperhitungkan TMC, yang dikuasai anak negeri, untuk ditampilkan guna mengurangi frekuensi dan amplitudo bencana ini.

Sampai saat ini TMC untuk penanggulangan bencana hidrometeorologi banyak didukung oleh armada pesawat terbang milik TNI. Mengingat area berpotensi bencana di Indonesia yang sangat luas maka diperlukan penguatan armada nasional TMC. Saat ini, BPPT sebagai satu-satunya lembaga yang melakukan kajian dan penerapan TMC di Indonesia hanya memiliki 2 (dua) unit pesawat terbang yang  siap beroperasi. Itupun berupa pesawat tua yang sudah berumur lebih dari 25 tahun. Ini sangat-sangat jauh dari cukup. Berbeda dengan Thailand misalnya. Negara sekecil itu memiliki lebih dari 20 armada pesawat TMC. Dan terus mengadakan pesawat baru termasuk pesawat produksi PT. Dirgantara Indonesia. Maka ke depan pemerintah harus mempertimbangkan dengan sangat serius armada nasional penjinak bencana hidrometeorologi di Indonesia.

Untuk mengantisipasi itu semua, BB-TMC saat ini sudah memiliki sertifikat OC91 lengkap dengan crew nya, yang berarti sudah bisa mengoperasikan pesawat sendiri untuk keperluan layanan TMC.  Oleh karena itu untuk keperluan menjamin kesiapan pesawat dan peralatan TMC lainnya, BB-TMC, BPPT telah menyelesaikan proyek perubahan dengan membuat”Sistem Aplikasi Inventori Part Pesawat dan Peralatan TMC lainnya ( SIAPIN PAPER)” untuk Optimalisasi Layanan TMC. Selain hal tersebut, BB-TMC, BPPT juga telah menyelesaikan proyek perubahan “Pedoman kerjasama Pemanfaatan TMC” untuk  meningkatkan kapasitas lembaga. Kedua Proyek Perubahan tersebut, hari ini telah dilaunching oleh Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca, di Hotel Citra Dream Bintaro Jaya. (THS/STR/JA/BBTMC)

Statistik Pengunjung

9.png3.png5.png4.png9.png
Today302
Yesterday150
This week610
This month3818
Total93549

Kontak Kami

Gedung Ir. Mohammad Soebagio
Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) - BPPT, GEOSTECH
Kawasan PUSPIPTEK Serpong - Tangerang Selatan 15314
Telp. (021) 75791381 ext 4175 ; Faks. (021) 75791428
e-mail:
ka-bbtmc@bppt.go.id
sekr-bbtmc@bppt.go.id