Instagram  : @BBTMC_BPPT     Twitter : @BBTMC_BPPT

Kepala BBTMC: Waspada hujan lebat hingga ekstrim terjadi di Jabodetabek beberapa hari ke depan

Bulan Desember, Januari, dan Februari merupakan puncak musim penghujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Intensitas curah hujan mulai dari kategori ringan hingga ekstrim. Adanya fenomena global la-nina pada awal tahun ini berpotensi menyebabkan terjadinya hujan lebih intens dibandingkan dengan tahun-tahun normal. Beberapa hari sebelumnya yaitu tanggal 15 Januari 2021 terjadi banjir 2-3 meter yang berdampak luas di Provinsi Kalimantan selatan. Banjir tersebut disebabkan hujan ekstrim karena adanya pumpun angin di atas wilayah tersebut.

Kepala Balai Besar Teknologi modifikasi cuaca, Jon Arifian, menjelaskan bahwa hal yang hampir serupa di Kalimantan Selatan diprediksikan dapat terjadi diwilayah Pulau Jawa. “Daerah pertemuan angin diprediksikan terjadi di sekitar laut Jawa dan Pulau Jawa untuk beberapa hari ke depan. Sehingga untuk wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak seperti Jabodetabek perlu terus waspada terhadap cuaca ekstrim yang kemungkinan bakal terjadi” terang Jon Arifian.

 

source gambar: (http://www.bom.gov.au/australia/charts/glw_12z.shtml, http://www.bom.gov.au/australia/charts/glw_00z.shtml)

Berdasarkan analisis angin yang dikeluarkan oleh Biro Meteorologi Australia (BOM) pada tanggal 17 Januari 2021 pukul 19.00 WIB dan tanggal 18 Januari 2021 pukul 07.00, memperlihatkan angin dari utara yang berpotensi membawa massa udara dingin (seruak dingin) bertemu dengan angin dari samudera Hindia yang berpotensi membawa massa udara lembap dan cenderung hangat di sekitar Pulau Jawa. Massa udara dingin yang cenderung lebih berat akan mendorong massa udara hangat ke atas sehingga terjadi kondensasi dan membentuk awan. Semakin kuat daerah pertemuan angin ini, maka akan semakin kuat gaya dorong keatasnya sehingga menumbuhkan awan-awan yang menjulang tinggi yang berpontensi menyebabkan hujan ekstrim.

 “Selain dari adanya seruak dingin yang berasal dari utara, saat ini juga posisi MJO ada di kuadran ke 4. Yang artinya wilayah Indonesia sekitar Jawa dan Kalimantan beberapa hari kedepan akan banyak terjadi hujan” lanjut Jon Arifian.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prakiraan cuaca berbasis dampak hujan lebat di Indonesia. Untuk wilayah Jabodetabek, sampai dengan tanggal 20 Januari 2021 pagi hari diprakirakan akan terjadi hujan yang cukup lebat hingga mengakibatkan level "waspada" di daerah tersebut. Daerah lainnya yang diprakirakan akan terdampak level "siaga" adalah Aceh, Sumatera utara, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB)

 

source: (bmkg.go.id)

 

Statistik Pengunjung

2.png2.png2.png8.png3.png9.png
Today39
Yesterday268
This week1322
This month5570
Total222839

Kontak Kami

 

Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) - BPPT

Gedung Ir. Mohammad Soebagio, Geostech
Kawasan Puspiptek Serpong - Tangerang Selatan 15314
Telp. (021) 75791377 ext 4175 ; Faks. (021) 75791409
e-mail: ka-bbtmc@bppt.go.id  ;   sekr-bbtmc@bppt.go.id