Instagram  : @BBTMC_BPPT     Twitter : @BBTMC_BPPT

[Repost] BPPT: Tak Ada Penumpukan Awan di Jabodetabek Setelah Modifikasi Cuaca, Curah Hujan Menurun

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BPPT: Tak Ada Penumpukan Awan di Jabodetabek Setelah Modifikasi Cuaca, Curah Hujan Menurun", Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/25/21262671/bppt-tak-ada-penumpukan-awan-di-jabodetabek-setelah-modifikasi-cuaca?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sticky_Mobile.
Penulis : Nirmala Maulana Achmad
Editor : Nursita Sari

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Jon Arifian mengatakan, ada perubahan bentuk awan di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi ( Jabodetabek) setelah program modifikasi cuaca dilaksanakan. Adapun program modifikasi cuaca dimulai pada Minggu (21/2/2021), yakni dengan menebar garam dari atas atas pantai timur Lampung, Selat Sunda, Ujung Kulon, sampai ke perairan selatan Provinsi Banten. "Sebelum tanggal 20 Februari (2021), pembentukan awan di wilayah Jabodetabek itu cukup masif," ucap Jon kepada Kompas.com, Kamis (25/2/2021). Baca juga: Cegah Banjir di Jabodetabek, 16,4 Ton Garam Telah Ditebar dari Atas Perairan Selat Sunda Sementara itu, setelah 21 Februari 2021, kata Jon, pembentukan awan tidak semasif sebelumnya. "Satu hal yang secara alami, kami melihat ada perubahan, terutama parameter cuaca yang mengarahkan tidak terjadinya penumpukan awan di daerah Jabodetabek," kata Jon. "Mungkin juga pengaruh dari operasi yang kami lakukan mengakibatkan ada penurunan curah hujan di Jabodetabek," imbuh dia. Baca juga: Kurangi Intensitas Hujan, TNI AU dan BPPT Kembali Modifikasi Cuaca Jabodetabek Adapun teknik modifikasi cuaca untuk mencegah banjir di wilayah Jabodetabek telah memasuki hari kelima pada hari ini, Kamis. Upaya ini merupakan kerja sama antara BPBD DKI Jakarta, BMKG, BPPT, dan didanai oleh BNPB, sedangkan pesawat dari TNI AU. Hingga hari ini, sebanyak 16.400 kilogram (16,4 ton) garam telah ditebar demi memodifikasi cuaca di Jabodetabek.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Jon Arifian mengatakan, ada perubahan bentuk awan di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi ( Jabodetabek) setelah program modifikasi cuaca dilaksanakan. Adapun program modifikasi cuaca dimulai pada Minggu (21/2/2021), yakni dengan menebar garam dari atas atas pantai timur Lampung, Selat Sunda, Ujung Kulon, sampai ke perairan selatan Provinsi Banten. "Sebelum tanggal 20 Februari (2021), pembentukan awan di wilayah Jabodetabek itu cukup masif," ucap Jon kepada Kompas.com, Kamis (25/2/2021). Baca juga: Cegah Banjir di Jabodetabek, 16,4 Ton Garam Telah Ditebar dari Atas Perairan Selat Sunda Sementara itu, setelah 21 Februari 2021, kata Jon, pembentukan awan tidak semasif sebelumnya. "Satu hal yang secara alami, kami melihat ada perubahan, terutama parameter cuaca yang mengarahkan tidak terjadinya penumpukan awan di daerah Jabodetabek," kata Jon. "Mungkin juga pengaruh dari operasi yang kami lakukan mengakibatkan ada penurunan curah hujan di Jabodetabek," imbuh dia. Baca juga: Kurangi Intensitas Hujan, TNI AU dan BPPT Kembali Modifikasi Cuaca Jabodetabek Adapun teknik modifikasi cuaca untuk mencegah banjir di wilayah Jabodetabek telah memasuki hari kelima pada hari ini, Kamis. Upaya ini merupakan kerja sama antara BPBD DKI Jakarta, BMKG, BPPT, dan didanai oleh BNPB, sedangkan pesawat dari TNI AU. Hingga hari ini, sebanyak 16.400 kilogram (16,4 ton) garam telah ditebar demi memodifikasi cuaca di Jabodetabek.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BPPT: Tak Ada Penumpukan Awan di Jabodetabek Setelah Modifikasi Cuaca, Curah Hujan Menurun", Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/25/21262671/bppt-tak-ada-penumpukan-awan-di-jabodetabek-setelah-modifikasi-cuaca?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sticky_Mobile.
Penulis : Nirmala Maulana Achmad
Editor : Nursita Sari

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Jon Arifian mengatakan, ada perubahan bentuk awan di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi ( Jabodetabek) setelah program modifikasi cuaca dilaksanakan. Adapun program modifikasi cuaca dimulai pada Minggu (21/2/2021), yakni dengan menebar garam dari atas atas pantai timur Lampung, Selat Sunda, Ujung Kulon, sampai ke perairan selatan Provinsi Banten. "Sebelum tanggal 20 Februari (2021), pembentukan awan di wilayah Jabodetabek itu cukup masif," ucap Jon kepada Kompas.com, Kamis (25/2/2021). Baca juga: Cegah Banjir di Jabodetabek, 16,4 Ton Garam Telah Ditebar dari Atas Perairan Selat Sunda Sementara itu, setelah 21 Februari 2021, kata Jon, pembentukan awan tidak semasif sebelumnya. "Satu hal yang secara alami, kami melihat ada perubahan, terutama parameter cuaca yang mengarahkan tidak terjadinya penumpukan awan di daerah Jabodetabek," kata Jon. "Mungkin juga pengaruh dari operasi yang kami lakukan mengakibatkan ada penurunan curah hujan di Jabodetabek," imbuh dia. Baca juga: Kurangi Intensitas Hujan, TNI AU dan BPPT Kembali Modifikasi Cuaca Jabodetabek Adapun teknik modifikasi cuaca untuk mencegah banjir di wilayah Jabodetabek telah memasuki hari kelima pada hari ini, Kamis. Upaya ini merupakan kerja sama antara BPBD DKI Jakarta, BMKG, BPPT, dan didanai oleh BNPB, sedangkan pesawat dari TNI AU. Hingga hari ini, sebanyak 16.400 kilogram (16,4 ton) garam telah ditebar demi memodifikasi cuaca di Jabodetabek.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BPPT: Tak Ada Penumpukan Awan di Jabodetabek Setelah Modifikasi Cuaca, Curah Hujan Menurun", Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/25/21262671/bppt-tak-ada-penumpukan-awan-di-jabodetabek-setelah-modifikasi-cuaca?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sticky_Mobile.
Penulis : Nirmala Maulana Achmad
Editor : Nursita Sari

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Statistik Pengunjung

2.png8.png3.png8.png6.png0.png
Today108
Yesterday240
This week1359
This month18663
Total283860

Kontak Kami

 

Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) - BPPT

Gedung Ir. Mohammad Soebagio, Geostech
Kawasan Puspiptek Serpong - Tangerang Selatan 15314
Telp. (021) 75791377 ext 4175 ; Faks. (021) 75791409
e-mail: ka-bbtmc@bppt.go.id  ;   sekr-bbtmc@bppt.go.id