Instagram  : @BBTMC_BPPT     Twitter : @BBTMC_BPPT

ANALISIS SIKLON TROPIS SEROJA

Siklon tropis merupakan fenomena alam yang terjadi karena sistem tekanan rendah yang terbentuk di atas perairan tropis yang cenderung hangat. Kecepatan angin maksimum yang ditimbulkan sekurang-kurangnya 34 knot atau 62 km/jam di dekat pusat siklon. Siklon tropis yang terbentuk di belahan bumi utara akan bergerak ke barat atau barat laut. Sedangkan, siklon tropis yang terbentuk di belahan bumi selatan akan bergerak ke barat atau barat daya. Pergerakan dari siklon tropis ini cenderung menjauhi ekuator dan akan melemah secara perlahan dan punah saat mencapai suhu dingin.

Dalam pembentukannya, siklon tropis membutuhkan beberapa kondisi atmosfer yang mendukung, beberapa diantaranya adalah:

  1. Temperatur permukaan laut/ SST yang hangat (setidaknya 27 derajat Celcius), 
  2. Ketidakstabilan atmosfer,
  3. Kelembapan udara yang tinggi pada lapisan atmosfer bawah hingga menengah,
  4. Gaya coriolis yang dapat menjaga tekanan rendah di pusatnya,
  5. Gangguan atmosfer yang sudah ada sebelumnya
  6. Vertical wind shear yang rendah. 

Bibit siklon tropis Seroja tumbuh dan menjadi siklon tropis pada tanggal 5 April 2021 di sekitar Nusa Tenggara Timur.  Bibit siklon Seroja ini menyebabkan peningkatan curah hujan di sekitar terjadinya siklon dan menyebabkan cuaca ekstrim di Nusa Tenggara Timur. Siklon tropis umumnya terjadi di lintang > 10 derajat. Sehingga, siklon Seroja ini merupakan siklon tropis yang jarang terjadi dan merupakan anomali. Berikut analisis terjadinya siklon tropis Seroja yang muncul di NTT.

1. SST

Data temperatur muka laut (SST) rata-rata 7 hari terakhir di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) memperlihatkan kondisi yang lebih hangat daripada daerah sekitarnya. Suhu rata-rata mencapai 28 - 30 °C. Kondisi perairan yang lebih hangat ini akan menjadikan tekanan di daerah NTT ini akan menjadi lebih rendah dari kondisi sekitarnya. SST ini juga dapat menjadi salah satu faktor indikasi terjadinya banyak aktivitas konvektif (pertumbuhan awan hujan) di sekitar NTT.

 

Gambar 1. Temperatur muka laut (Sea Surface Temperature)

(Sumber: https://ncics.org/pub/mjo/v2/sst/australia.total.7.png)

 

2. ISOBAR

Dari analisis tekanan (isobar) mulai tanggal 1 April sudah memperlihatkan daerah NTT menjadi pusat tekanan rendah (L), tekanan udara di wilayah NTT pada tanggal 1 - 3 April berkisar antara 1006 - 1008 mb. Kemudian terus turun hingga mencapai kondisi Tropical Depression (D/Bibit Badai) pada tanggal 4 April 2021 dengan tekanan sebesar 994 mb. Dengan adanya pusat tekanan rendah ini maka akan terjadi penumpukan massa udara di sekitar NTT karena adanya pergerakan angin yang bergerak dari daerah tekanan udara yang lebih tinggi ke daerah tekanan rendah di NTT ini. Kondisi saat ini, Pusat depresi tekanan rendah sudah berubah menjadi TC (Tropical Cyclone) Seroja dengan arah pergerakan pusat tekanan rendah bergerak ke arah Barat Daya.

Gambar 3. Isobar (Tekanan Atmosfer)

(Sumber: http://web.meteo.bmkg.go.id/id/pengamatan/analisis-isobar)

 

3. Angin

Penurunan tekanan udara di wilayah NTT ini sudah dimulai sejak tanggal 1 April 2021, yang mengakibatkan mulai berkumpulnya massa udara di sekitar NTT yang berasal dari Laut China Selatan, dan juga Samudera Pasifik bagian barat. Pada tanggal 4 April dengan semakin rendahnya tekanan di wilayah NTT, massa udara yang berasal dari Samudera Hindia juga ikut tertarik ke wilayah NTT. Kondisi penumpukan massa udara akibat konvergensi ini yang mengakibatkan terjadinya hujan dengan intensitas sangat lebat di wilayah NTT.

Gambar 4. Analisis gradient angin 1-4 April 2021 Jam 19:00 WIB

(Sumber: http://www.bom.gov.au/)

 

4. Maden Julian Oscilation dan gelombang atmosfer

Saat ini kondisi fenomena regional juga sangat mendukung untuk terjadinya kondisi curah hujan yang sangat lebat di wilayah NTT. MJO dalam kondisi aktif dan berada di kuadran 5 (wilayah Timur Maritime Continent). Selain MJO, gelombang equatorial rossby juga sedang menguat di wilayah NTT sehingga menambah faktor terjadinya hujan yang sangat lebat di wilayah tersebut.

Gambar 5. MJO Index (kiri) dan Outgoing Longwave Radiation (kanan)

(Sumber: http://www.bom.gov.au/climate/mjo/graphics/rmm.phase.Last40days.gif.small.gif

https://ncics.org/pub/mjo/v2/map/olr.cfs.all.global.1.png)

 

5. Hujan

Siklon tropis Seroja menyebabkan terjadinya hujan cuaca ekstrim di Pulau Timor dan pulau-pulau lain disekitarnya. Sejak mulai terbentuknya pusat tekanan rendah, bibit siklon tropis Seroja sudah menyebabkan curah hujan yang tinggi di pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur (NTT). Curah hujan yang terukur di Stasiun Klimatologi Kupang sebesar 332.1 mm/hari dan Stasiun Meteorologi Eltari sebesar 306 mm/hari. Dengan curah hujan yang diakibatkan oleh siklon tropis Seroja ini berpotensi menyebabkan banjir. Curah hujan yang cukup tinggi ini disebabkan oleh penumpukan massa udara yang cukup masif disekitar terjadinya siklon.

 

Gambar 6. Intensitas hujan harian Indonesia 1-4 April 2021 Jam 19:00 WIB

(Sumber: http://web.meteo.bmkg.go.id/id/pengamatan/pengamatan-harian)

 

6. Pergerakan TC Seroja

Pergerakan siklon tropis Seroja diperkirakan akan bergerak ke arah Barat Daya, atau menjauhi wilayah Indonesia. Pergerakan siklon tropis ini cenderung mengikuti arah suhu muka air laut yang lebih tinggi/mencari daerah dengan tekanan yang lebih rendah. Walaupun pergerakan pusat siklon tropis diperkirakan akan menjauhi wilayah Indonesia, tetapi intensitas TC Seroja akan meningkat karena masih di area perairan yang cukup hangat, sehingga perlu diwaspadai terjadinya angin kencang, gelombang pasang dan hujan cukup lebat di wilayah ekor (rain-band) TC Seroja ini.

 

Gambar 7. Lokasi TC Seroja (kiri) dan prakiraan gerakan TC Seroja (kanan)

(Sumber: http://meteo.bmkg.go.id/data/tc/peta_siklon.png

http://www.bom.gov.au/fwo/IDW60280.png?1617605796188)

 

 

Statistik Pengunjung

2.png9.png8.png4.png0.png4.png
Today119
Yesterday221
This week524
This month5661
Total298404

Kontak Kami

 

Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) - BPPT

Gedung Ir. Mohammad Soebagio, Geostech
Kawasan Puspiptek Serpong - Tangerang Selatan 15314
Telp. (021) 75791377 ext 4175 ; Faks. (021) 75791409
e-mail: ka-bbtmc@bppt.go.id  ;   sekr-bbtmc@bppt.go.id