Telp : 75791381 ext 4175, Fax : 75791428 Email: sekr-bbtmc@bppt.go.id

Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Untuk Mengurangi Bencana Kabut Asap

Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan

Kejadian kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan bencana kabut asap di wilayah Indonesia, khusunya di Sumatera dan Kalimantan, hampir terjadi setiap tahunnya dari waktu ke waktu. Selain merusak keanekaragaman hayati dalam ekosistem hutan, dampak negatif dari bencana kabut asap akibat kebakatan hutan dan lahan adalah gangguan kesehatan bagi penduduk setempat, serta mengganggu jadwal penerbangan domestik maupun pelayaran sungai. Selain itu masalah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan juga selalu menuai pandangan kurang bagi Indonesia dimata Internasional, khusunya dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan SIngapura yang sering terkena imbasnya secara langsung.

Gambar 1. Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau

Pada tahun 2012, Operasi TMC untuk menangani bencana asap kebakaran lahan dan hutan di Indonesia dilaksanakan secara pararel dan simultan pada beberapa provinsi di Pulau Sumatera dan Kalimantan, yaitu di Provinsi Riau (12 Agustus – 29 September 2012), Kalimantan Tengah (28 Agustus – 9 Oktober 2012), Jambi (7 September – 6 Oktober 2012), Sumatera Selatan (7 -17 Oktober 2012), dan Kalimantan Selatan (10 – 28 Oktober 2012).

Gambar 2. Operasi TMC Untuk Menanggulangi Bencana Asap Kebakaran Lahan dan Hutan Tahun 2012

Pada tahun 2013, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dari wilayah Provinsi Riau sempat mengganggu udara di wilayah negara tetangga dan mengundang reaksi keras dari Pemerintah Singapura. Operasi TMC kembali dijadikan sebagai andalan untuk penanganan bencana asap kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau (21 Juni – 16 Oktober 2013) yang dikoordinir oleh BNPB

Gambar 3. Operasi TMC Untuk Menanggulangi Bencana Asap Kebakaran Lahan dan Hutan Tahun 2013

Bencana kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan kembali terjadi di wilayah Sumatera pada awal tahun 2014, muncul lebih cepat dari biasanya yang secara historis terjadi sekitar bulan Juli sampai November. Sejak bulan Februari 2014, pembakaran lahan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab telah mencemari udara di wilayah Riau yang secara klimatologis tengah mengalami kekeringan. Banyak masyarakat Riau menderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) akibat terpaksa menghirup udara yang tidak sehat selama berminggu-minggu. Kondisi ini tak luput dari perhatian Presiden Republik Indonesia, Soesilo Bambang Yudhoyono, yang sempat meninjau langsung ke lokasi bencana. BNPB kembali ditugaskan oleh Presiden Republik Indonesia untuk mengkoordinir penanganan bencana asap kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau dan TMC kembali ambil bagian di dalamnya. Operasi TMC dilaksanakan di 9 Provinsi di Sumatera dan Kalimantan, dimulai sejak tanggal 5 Maret 2014 di Riau dan berakhir hingga tanggal 15 November 2014 di Sumatera Selatan.

Statistik Pengunjung

2.png8.png4.png5.png0.png
Today75
Yesterday133
This week75
This month1426
Total28450

Kontak Kami

Gedung Ir. Mohammad Soebagio
Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) - BPPT, GEOSTECH
Kawasan PUSPIPTEK Serpong - Tangerang Selatan 15314
Telp. (021) 75791381 ext 4175 ; Faks. (021) 75791428
e-mail:
ka-bbtmc@bppt.go.id
sekr-bbtmc@bppt.go.id