Analisis Global

ANALISIS GLOBAL

 

Kajian Analisis Global meliputi  Kajian Monitoring Sea Surface Temperature (SST) dan Monitoring Dipole Mode Index (DMI) . Kajian ini bersifat updated (terbaharukan). Kajian Sea Surface Temperature (SST) dan DMI diproses dari data NOAA untuk setiap gridnya seluas 1o  geografi, diperbaharui setiap minggu sekali.

Dasar pemikiran .

  • Hujan berasal dari awan; awan berasal dari uap air yang mengembun di udara; uap air berasal dari air. Air yang paling banyak terdapat di laut. Dengan demikian peran laut dalam memproduksi uap air menjadi sangat penting, dan mempunyai jarak dekat dalam rangkaian proses pembentukan hujan.

  • Parameter penting dan sederhana dari proses konveksi dari permukaan laut adalah dengan mengamati suhu muka laut (Sea surface Temperature - SST), sehingga suhu muka laut menjadi penting untuk melihat proses aktifitas konveksi di sekitar daerah tersebut dalam skala regional. 

  • Data. Data SST diambil dari DSS datasets UCAR dengan di updated setiap minggunya, berikut spesifikasi data :
Parameter
  Keterangan
Jenis data :  Sea Surface Temperature (SST)
Sumber data :  NOAA
Resolusi spasial :  1o geografi
Resolusi temporal :  Mingguan
Metode interpolasi    :  Optimum interpolation

 

  • Dilakukan download data ke sumber data setiap minggunya. Kemudia di plot dan di crop untuk wilayah Indonesia bagian barat dengan The Grid Analysis and Display System (GrADS), sebuah tools interaktif yang sangat mudah untuk mengakses, memanipulasi, dan visualisasi data ilmu kebumian ( earth science). Dokumentasi tentang tools ini ada di Grads documentation.

     

  • Updated. Kajian SST ini dilakukan update untuk setiap minggunya setelah data terakhir muncul dari sumber data. Misalnya minggu ini adalah minggu ke-20, maka data terakhir adalah minggu ke-19

Monitoring SST wilayah Indonesia :

Khusus untuk wilayah Indonesia bagian barat, Samudera Indonesia adalah lautan yang cukup penting dalam proses konveksi di Indonesia dan sekitarnya, sehingga suhu muka laut di wilayah ini menjadi perhatian dalam memahami proses konveksi di Indonesia. Kajian ini menampilkan peta SST untuk wilayah Indonesia (khususnya bagian barat) setiap minggunya, sampai minggu terakhir.

 

Monitoring Dipole Mode Index :

Dipole Mode merupakan  fenomena yang mirip dengan El Nino Southern Oscilation (ENSO) tetapi terjadi di wilayah Samudera Hindia. Peristiwa Dipole Mode ditandai dengan adanya perbedaan anomali suhu muka laut (sea surface temperature - SST) antara Samudera Hindia tropis bagian Barat (50oE - 70oE, 10oN - 10oS) dengan Samudera Hindia tropis bagian Timur (90oE - 110oE, 10oE - Equator), seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Lokasi pengamatan untuk mempelajari fenomena Dipole Mode

 

DM terjadi secara independen dengan ENSO dan merupakan fenomena kopel atmosfer-laut yang unik di Samudera Hindia tropis (Saji et.al, 1999; Ashok et.al, 2001). Variasi dampak dipole mode interaksinya dengan monsun sangat beragam dan merupakan fungsi waktu dan tempat.

Tahapan Siklus Dipole Mode :

  1. Muncul anomali SST negatif di sekitar selat Lombok hingga selatan Jawa pada bulan Mei – Juni, bersamaan terjadi anomali angin tenggara yang lemah di sekitar Jawa dan Sumatera.
  2. Anomali terus menguat (Juli – Agustus) dan meluas sampai ke ekuator di sepanjang pantai selatan Jawa hingga pantai barat Sumatera. Kondisi diatas dibarengi munculnya anomali positif SST di Samudera Hindia bagian barat. Adanya dua kutub di Samudera Hindia ekuator ini, semakin memperkuat anomali angin tenggara di sepanjang ekuator dan pantai barat Sumatera.

  3. Biasanya siklus mencapai puncaknya pada bulan Oktober, dan selanjutnya menghilang dengan cepat pada bulan November – Desember.

Beberapa riset menentukan sebuah indeks untuk mempelajari fenomena dipole mode ini, yang disebut dengan Dipole Mode Index (DMI)). DMI didefinisikan sebagai selisih anomali SST di Samudera Hindia Bagian Barat dengan wilayah Samudera Hindia Bagian Timur seperti pada gambar di atas. 

Nilai Dipole Mode Index positif DMI(+) : kondisi anomali SST di wilayah Samudera Hindia tropis bagian barat lebih besar daripada di bagian timurnya akibatnya terjadi peningkatan curah hujan dari normalnya di pantai timur Afrika dan Samudera Hindia bagian barat sedangkan di Benua Maritim Indonesia mengalami penurunan curah hujan dari normalnya yang menyebabkan kekeringan.

Nilai Dipole Mode Index negatif DMI(-) : terjadi kondisi sebaliknya, yang menyebabkan  terjadi peningkatan curah hujan di wilayah Benua Maritim Indonesia.

Kajian ini untuk melakukan monitoring nilai DMI dari data SST NOAA untuk mengetahui kekuatan Dipole Mode dan pengaruhnya di wilayah Indonesia. Monitoring DMI disajikan dalam bentuk grafik dan tabulasi. Untuk melihat data SST mingguan, grafik DMI status terakhir dan data tabularnya dapat di klik di sini.

 

posted by : DJZ