Telp : 75791381 ext 4175, Fax : 75791428 Email: sekr-bbtmc@bppt.go.id

TEKNOLOGI PENYEMAIAN AWAN DARI DARAT

Pengembangan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan Sistem Statis (Ground Based Generator)


Permasalahan :

 Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) berdasarkan metoda yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua (2) yaitu : metoda dinamis (menggunakan pesawat) dan metoda statis (menggunakan Gorund Based Generator). Teknologi Ground Based Generator (GBG) adalah salah satu teknik penghantaran partikel bahan semai ke dalam awan melalui pembangkit yang ditempatkan di permukaan (ground). Teknologi ini diterapkan dengan memanfaatkan potensi bentuk topografi, dan angin lembah yaitu angin lokal yang berhembus ke atas pegunungan selama siang hari. Dengan kemampuan angkatan angin yang bertiup ke arah puncak pegunungan tersebut dimanfaatkan untuk membawa partikel-partikel CCN ke dalam awan. Penerapan Teknologi GBG dapat mengurangi ketergantungan pada pesawat terbang sehingga biaya operasi modifikasi cuaca menjadi jauh lebih murah, karena komponen biaya TMC metoda dinamis (65 % s.d 70 %) terserap untuk pesawat terbang, yang nilainya cukup tinggi. Selain keunggulan teknologi GBG dapat menekan biaya operasional, teknologi GBG ditujukan untuk penyemaian awan Cumulus yang pertumbuhannya secara Orografik di sekitar puncak gunung yang bila dilakukan dengan pesawat terbang sangat berbahaya, karena alasan keselamatan penerbangan. Teknologi ini nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk antisipasi bencana iklim dan cuaca seperti kekurangan persediaan air pada saat musim kemarau panjang. Selain itu teknologi ini bila diintegrasikan dengan metode dinamis dapat diarahkan untuk penanggulangan bencana banjir. Misal seperti kasus banjir di wilayah DKI Jakarta

Peran BPPT

BPPT dalam hal ini adalah UPT Hujan Buatan selaku unit yang mempunyai kompetensi melakukan pengkajian dan penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Indonesia mempunyai kewajiban melakukan kajian-kajian dan pengembangan TMC yang selanjutnya bila teknologi tersebut telah terbukti dapat diterapkan di Indonesia.


Kegiatan yang dilakukan

  1. Melakukan kajian Boundaray Layer

  2. Melakukan kajian Efek Topografi terhadap pembentukan awan

  3. Melakukan kajian Hidrologi yang berkaitan dengan banjir di DKI Jakarta.

  4. Pembangunan posko penelitian di lapangan

  5. Pemindahan menara GBG Hambalang ke Lemah. Neundeut

  6. Pengembangan kajian bahan semai ”flare” dan pembuatan flare prototipe 5

  7. Pembuatan prototipe data logger anemometer

  8. Uji coba pembakaran flare di lapangan (Menara GBG)

  9. Melakukan kajian Boundaray Layer

  10. Melakukan kajian Efek Topografi terhadap pembentukan awan

  11. Melakukan kajian Hidrologi yang berkaitan dengan banjir di DKI Jakarta.

  12. Pembangunan posko penelitian di lapangan

  13. Pemindahan menara GBG Hambalang ke Lemah. Neundeut

  14. Pengembangan bahan semai ”flare” dan pembuatan flare prototipe 5

  15. Pembuatan prototipe data logger anemometer

  16. Uji coba pembakaran flare di lapangan (Menara GBG)

  17. Pengukuran Inventarisasi data cuaca permukaan, angin atas dan inventarisasi data global. 

Kemajuan yang telah dicapai / output

  • Laporan Kajian : (1)Boundary Layer; (2)Efek Topografi terhadap pembentukan

  • awan; (3) Hidrologi yang berkaitan dengan banjir di DKI Jakarta

  • Bangunan Posko Penelitian di lapangan

  • Bahan semai ’flare” prototipe 5

  • Pendirian menara GBG di Lemah Neundeut Sukagalih Kabupaten Bogor.

  • Prototipe data logger anemometer

  • Data base cuaca permukaan; angin atas; tutupan awan dan curah hujan serta hasil pembakaran flare di menara GBG.

Rencana ke depan

  1. Akan diupayakan semaksimal mungkin untuk mendapatkan bahan flare utama KCLO4, dengan spesifikasi teknis agar pembuatan flare menuju ke arah yang lebih sempurna

  2. Berusaha mencampurkan bahan yang bisa dicampurkan ke dalam flare sehingga bisa berguna sebagai ”tracer” atau perunut.

  3. Mencari metode untuk menjelaskan bahwa bahan semai yang dilepaskan bisa terbawa angin dan masuk ke dalam sistem awan

  4. Mencari metode statistik untuk menjelaskan tentang perubahan kondisi curah hujan di daerah penelitian

  5. Menyempurnakan sistem ignition flare menuju sistem semi otomatis.

(NHD)

Statistik Pengunjung

2.png8.png4.png5.png0.png
Today75
Yesterday133
This week75
This month1426
Total28450

Kontak Kami

Gedung Ir. Mohammad Soebagio
Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) - BPPT, GEOSTECH
Kawasan PUSPIPTEK Serpong - Tangerang Selatan 15314
Telp. (021) 75791381 ext 4175 ; Faks. (021) 75791428
e-mail:
ka-bbtmc@bppt.go.id
sekr-bbtmc@bppt.go.id